Selayang Pandang Bahasa Pendamping
A.
Bahasa
Pendamping
Setiap
masyarakat pemakai suatu bahasa memiliki kesepakatan tentang bahasanya,
misalnya berkaitan dengan kaidah struktur dan kosakata. Kesepakatan mengenai kaidah dan
kosakata itu sampai batas waktu tertentu yang secara umum masih mampu mewadahi
seluruh konsep, gagasan, dan ide para pemakainya. Namun, pada saat tertentu
akan sampailah pada suatu kebutuhan akan adanya kesepakatan baru yang
memperkaya dan melengkapi kesepakatan sebelumnya, yaitu kesepakatan manakala
kesepakatan lama telah tidak cukup lagi mewadahi konsep, gagasan dan ide yang
sudah ada.
Apabila
telah sampai pada titik waktu seperti itu, maka masyarakat bahasa yang
bersangkutan biasanya melirik kesepakatan masyarakat pemakai bahasa lain.
Dengan demikian, maka terjadilah sebuah proses kreativitas masyarakat bahasa
yang disebut pemungutan (borrowing) unsur bahasa, terutama kosakata dari bahasa
lain. Demikianlah pemungutan (saat ini lebih populer disebut penyerapan)
menjedi salah satu penyebab terjadinya perkembangan sebuah bangsa.
